Ibu Guru SMPN 1 SUTOJAYAN Persiapan Upacara HUT-RI

Bapak dan Ibu Guru SMPN 1 Sutojayan Persiapan Mengikuti Upacara HUT-RI Di Lapangan Brubuh.

Pleton PBB Bapak Guru Memperingati HUT-RI Ke 73

SMPN 1 Sutojayan Ikut memeriahkan HUTRI KE-73 di Kecamatan Sutojayan denganMengikuti Lomba PBB

Pasuska SMPN 1 Sutojayan

Pasuska SMPN 1 Sutojayan Melakukan atraksi Yel-yel dalam promosi kegiatan Ekstrakurikuler pada MPLS 2018-2019.

TIM Jurnalistik Dan Wartawan Sekolah SMPN 1 Sutojayan

Dibawah Asuhan Ibu Yayuk Kamsiyu dan Ibu Umi Affifah kami Akan Terus Berkarya dan Memberikan berita dengan Kaidah Jurnalistik.

Kantin Club - Kantin Sehat SMPN 1 Sutojayan

Kantin SMPN 1 Sutojayan Di Kunjungi TIM Kesehatan Dari Surabaya beserta Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Sunday, January 13, 2019

Mewujudkan peradaban yang unggul untuk Indonesia

Kasubbid Kelembagaan dan Peserta Didik,dr. Supriano, M.Ed mengatakan bahwa penyebaran peserta OSN SMP ke XIV 17 sampai 23 mei 2015 di Palu, Sulawesi Tengah cukup variatif. Beberapa provinsi menunjukkan peningkatan, dilihat dari pencapaian jumlah peserta yang dikirim ke tingkat nasional Passing grade kini dapat menembus ke provinsi di wilayah Indonesia bagian timur dan tengah. Semua membuktikan keseriusa pemerintah provinsi dalam meningkatkan mutu pendidikan me lalui olimpiade sains yang menjadi perhelatan akbar pencint dunia sains tingkat SMP, jelas Supriano, senin (25/5).




Wednesday, January 9, 2019

Anak-Anak Adalah Usia terbaik untuk belajar bahasa kedua

Penelitian baru menunjukkan bahwa kemampuan kita untuk belajar bahasa berkurang secara bertahap selama hidup kita

Pada usia berapa kah paling mudah untuk belajar bahasa kedua?
Jika Anda ingin belajar bahasa asing, haruskah Anda memulai sebelum usia tertentu untuk kemudahan penguasaan bahasa itu sepenuhnya? Pendapat populer menyatakan bahwa anak-anak kecil merasa lebih mudah daripada orang dewasa dalambelajar bahasa asing  karena masa kanak-kanak adalah "masa kritis" untuk belajar bahasa.

Sulit untuk membuktikan ini, tetapi penelitian baru yang diterbitkan oleh Monika Schmid dan Rekan, menggunakan Scan otak dan metode statistik inovatif, memang menunjukkan bahwa kemampuan kita untuk belajar bahasa berkurang secara bertahap selama hidup kita.

pada usia anak anak kemampuan penyerapan bahasa di ibaratkan seperti "Rendamlah Spon Dalam Air" , sementara orang dewasa rupanya tidak demikian, itu merupakan bukti keberadaan periode kritis untuk pembelajaran bahasa. Tetapi yang paling penting bagi anak-anak akan lebih mudah dan dapat dengan cepat menguasai bahasa kedua yaitu melalui bahasa yang mereka dengar dan diucapkan di sekitar mereka dalamkehidupan sehari-hari.

Chris Dlugosz/flickr/Creative Commons
Ada banyak alasan untuk ini. Anak-anak dapat menghabiskan lebih banyak waktu dan upaya untuk belajar daripada orang dewasa yang memiliki banyak tuntutan hidup, motivasi bagi anak-anak untuk menyesuaikan diri jauh lebih tinggi, dan kebiasaan pengucapan serta tata bahasa dari bahasa pertama mereka yang telah mendarah daging dengan demikian akan lebih mudah beradaptasi dengan bahasa ke dua. Dan, tentu saja, semua pembelajaran semakin sulit seiring bertambahnya usia.

Tak satu pun dari faktor-faktor ini yang ada hubungannya dengan periode kritis khusus untuk belajar bahasa asing, tetapi semuanya memang membuktikan bahwa usia muda mengungguli usia  tua dalam hal belajar Bahasa Asing atau bahasa Kedua.

Sumber: https://www.independent.co.uk/news/education/the-best-age-to-learn-a-second-language-a6860886.html

Thursday, September 13, 2018

Tips Mengisi Liburan Ala Nur Qomariah(9A) Alumni siswa SMPN 1 Sutojayan


              Saya merasa liburan kali ini ya cukup menyenangkan,karena faktor masa liburan yang memang lebih panjang dari yang sebelumnya.Tapi juga liburan kali ini saya merasa sulit dalam menjalaninya, karena dalam liburan yang seharusnya saya gunakan sepenuhnya untuk refreshing,  kali ini saya harus tetap belajar super extra untuk mempersiapkan diri masuk sekolah baru yaitu SMA. Sebenarnya belajar saat liburan itu sudah hal yang biasa bagi siswa dan sangat bermanfaat, tapi sekarang saya harus belajar dengan lebih rajin supaya saat saya masuk SMA nanti saya bisa masuk kelas yang saya impi-impikan yaitu kelas Akselerasi.

Tingkatkan Imtaq pembiasaan sejak dini berbuah Dunia Akhirat - KOPER Edisi 11


Pembiasaan adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang yang membuat kita terbiasa untuk melakukan hal-hal tersebut. Kebiasaan yang baik dapat mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang positif. Sedangkan sebaliknya, juga dapat mendorong kita ke hal-hal negatif pula. Apa yang kalian pilih kawan??. Pasti kebiasan baik bukan..?!?! .kebiasaan baik dapat dimulai dari hal yang paling kecil. Misalnya, membiasakan diri sejak dini untuk rajin beribadah dan peduli terhadap sesama. Seperti yang sudah diterapkan di SMPN 01 sutojayan ini. Kegiatan tausiyah adalah program sekolah untuk memberikan rangkaian petuah guna mencegah hal-hal negatif.